Tuesday, February 13, 2018

Teh hangat dan hujan

Udara yang menusuk ruang
Memecah gaduh, meleburkan riuh
Berubah menjadi segerombolan khayalan tanpa merongga

Aku hanya disudut
Mengaduk gula dan berdendang kecil
Seperti ada tarian udara yang tak karuan
Dan pikiran ku teracak dengan nuansanya

Teh hangat menyerbu dingin
Seolah tak ada rasa lain yang menusuk kulit
Sedetik aku lupa
Lupa bahwa kau telah jauh menyebar rindu
Dan aku hanya ingin menikmati 1 malam ini, tanpa pikiran dingin ku
Dengan teh hangat saat hujan tiba

--------
29 Januari 2018
Liliana supono

0

Dimataku

Dimataku aku menjadi saksi sebuah kebisuan
Dimulut ku terekatkan oleh perekat yang begitu kuat
Hati sering menjerit namun mencoba menerima

Dimataku ada airmata yang telah mengkristal didalamnya
Kesedihan yang terbendung
Kesendirian yang mengurung

Aku tak sanggup ya Allah
Aku mohon jangan Kau serahkan aku pada diriku sendiri
Karena aku hampa tanpa Mu

---
13 Februari 2018
Hari istimewa yg menyakitkan

0