Saturday, January 24, 2015

Sepetik noda

Betapa buruknya aku
Memendam kematian  didalam jiwa

Aku hidup dikelilingi benci
Seperti anjing yang sedang berteriak di tengah malam,
Aku merintih sendiri
Seperti kucing dipinggir jalan,
Aku menepi sendiri

 
Siapa yang mau mendekati orang yang buruk ini?
Bahkan lalat pun tak sudi untuk bersama

Beribu luka kubawa berlari
Beribu hina kubawa menari

 
Aku hidup diantara api
Dan tumbuh bersama caci
Hidup yang menaparku
Mati yang menyiksaku

Kematian bukan inginku
Tapi aku hidup bagai mayat hidup
Berjalan tak tau arah
Tersenyum tetapi terus menangis

 
Aku seonggok hina
Tetapi aku merasa masih manusia

 
Seandainya maaf bisa tersebar ke segala penjuru dunia
Tanpa aku harus berteriak pada angin
Mungkin aku akan bahagia

 
Tuhan,
Ku mohon beri aku kesempatan untuk hidup sebenarnya hidup
Dan mati sebenarnya mati

==

24/01/2015
Liliana Supono

0

Sunday, December 21, 2014

Sahabat terbaik

Aku terkadang merasa sendiri dalam perjuangan
Tapi saat aku lelah, saat aku sedih
Aku terkadang menceritakannya pada seorang sahabat
Tapi ketika ia meneteskan airmatanya, aku berhenti bercerita

Ia terkadang meminta maaf karena tidak dapat memberikan kebahagiaan untuk ku
Saat itu aku hanya terdiam
Dan tahukah? Bahwa kebahagiaanku adalah cukup senyuman mu

 
Kadang ada saja kalimat kasar dan cekcok kecil dengan nya
Dia terkadang hanya terdiam
Jika terlalu, ia pula menangis
Saat itu aku terdiam dan berpikir
Betapa kurang ajarnya aku sebagai seorang teman

 
Terkadang pintanya kecil
Tapi harapannya begitu besar
Tapi itupun ia sembunyikan di sela-sela doanya

Dia sering bercerita tentang kisah kecil aku dan kakakku
Dia bilang dulu kami adalah anak-anak yang lucu dan menggemaskan

Sekarang, sahabat ku itu sudah menua
Kerutan-kerutan terlihat di sudut wajahnya
Rambutnya mulai memutih
Dan badannya tidak sekuat masa mudanya dahulu

Tapi sampai sekarang pun dia tetap menjadi sahabat yang terbaik
Mencoba mengerti, memberikan kebebasan untuk kami untuk berkarya
Sungguh, ia adalah sabahat terbaik ku
Dan ia adalah
Ibu

 

====
Untukmu ibu
Jakarta, 22/12/2014
Liliana Supono

 

0