Pages

Tuesday, February 13, 2018

Teh hangat dan hujan

Udara yang menusuk ruang
Memecah gaduh, meleburkan riuh
Berubah menjadi segerombolan khayalan tanpa merongga

Aku hanya disudut
Mengaduk gula dan berdendang kecil
Seperti ada tarian udara yang tak karuan
Dan pikiran ku teracak dengan nuansanya

Teh hangat menyerbu dingin
Seolah tak ada rasa lain yang menusuk kulit
Sedetik aku lupa
Lupa bahwa kau telah jauh menyebar rindu
Dan aku hanya ingin menikmati 1 malam ini, tanpa pikiran dingin ku
Dengan teh hangat saat hujan tiba

--------
29 Januari 2018
Liliana supono

Dimataku

Dimataku aku menjadi saksi sebuah kebisuan
Dimulut ku terekatkan oleh perekat yang begitu kuat
Hati sering menjerit namun mencoba menerima

Dimataku ada airmata yang telah mengkristal didalamnya
Kesedihan yang terbendung
Kesendirian yang mengurung

Aku tak sanggup ya Allah
Aku mohon jangan Kau serahkan aku pada diriku sendiri
Karena aku hampa tanpa Mu

---
13 Februari 2018
Hari istimewa yg menyakitkan

Monday, February 12, 2018

Penerimaan hati

Aku tak bisa berhenti menatap
Tatapan matamu saat menghangat
Aku terkadang berhenti berpikir
Saat aku lihat senyumanmu dengan dekat

Namun aku merasa, tiada guna berharap
Dan seperti layang-layang yang terlepas
Aku hanya melambung diantara ketinggian

Aku tahu cerita ini sulit
Dan kisah ini rumit
Tapi bisakah kamu menempatkan aku dalam hatimu
Bukan hanya teman saja selamanya?

Bukan aku ingin bermain dengan waktu
Itu bukan aku
Yang aku cari hanyalah kejelasan pasti

Jika kamu berpikir menjadi teman itu baik
Lebih baiklah aku menjadi teman hidup mu
Jika kamu berkehendak aku menghentikan perasaan ini
Aku hanya ingin menjauh darimu
Benarkah keputusan mu? Benarkah itu hatimu? Atau itu hanya keegoisan mu?
Karena yang ku tahu cinta itu baik jika masing-masing saling menerima.

_____
12/02/2018
Liliana supono